Selasa, 18 Desember 2012

Sandiaga Uno: Kewirausahaan Bisa Mengatasi Masalah Sosial



Jakarta - Pengusaha muda Sandiaga Uno punya ide cemerlang mengatasi persoalan sosial seperti pengangguran, kemiskinan dan berbagai keterbatasan infrastruktur di Indonesia.

Saat acara d'Preneur, bos Recapital ini mengatakan solusi yang tepat mengatasi persoalan sosial adalah bagaimana para pengusaha bisa berbagi dengan sebuah bisnis.

Hal itu bisa dilakukan hanya dengan menggerakkan program wirausaha sosial atau social entrepreneurs atau kewirausahaan sosial.

"Solusi permasalahan sosial ini hadir kewirausahaan sosial adalah kegiatan yang memiliki ide cemerlang yang bisa menghadapi permasalahan sehari-hari," tambah Sandi di acara d'Preneur, di Menara Bank Mega, Jakarta Kamis (8/11/2012).

Ia mencontohkan sebuah bisnis sosial yang mengatasi persoalan kesulitan memperoleh kredit bagi para petani di Sumatera. Disana didirikan sebuah bank khusus melayani petani untuk mengatasi persoalan keuangan para petani yang sulit mendapat akses perbankan.

Sandi menuturkan ada juga persoalan mengatasi kesulitan listrik di daerah terpencil dengan mengembangkan bisnis pengembangan listrik mikro hidro.

"Solusi kridit petani di Sumatera, munculkan ide mendirikan bank petani, sehingga petani itu terberdayakan," pungkasnya. (sumber : http://finance.detik.com/read/2012/11/08/210241/2086551/480/sandiaga-uno-kewirausahaan-bisa-mengatasi-masalah-sosial)

Kisah Sukses Jualan Hijab Via Online


Semarang - Hijab saat sudah menjadi salah satu trend mode di tanah air sehingga wanita tidak bosan mengenakan hijab yang itu-itu saja. Melihat peluang tersebut, Tsummadana Wulan (22) merintis karir dengan mendesain hijab dan menjualnya via online. Bahkan saat ini produknya sudah dipakai puluhan artis tanah air.

Di sebuah butik kecil bernama Miulan di samping rumahnya di Jl Kedung Batu Selatan no.88 Semarang atau tepat di belakang Klenteng Sam Po Kong, Wulan dan tujuh karyawan mengemas puluhan hijab dan busana muslim yang siap dikirim ke penjuru tanah air bahkan luar negeri.

"Mau dikirim ke luar Jawa. Pelanggan juga ada dari Singapura, Brunei Darussalam dan yang paling sering Hongkong," kata Wulan di butiknya, Sabtu (17/11/2012).

Dengan menjual hijab dan baju muslim, saat ini Wulan sudah bisa mewujudkan keinginannya untuk Umroh, jalan-jalan ke luar negeri dan membeli barang yang diinginkannya. Ia pun menceritakan kisah suksesnya saat ditemui detikFinance, Sabtu (17/11/2012).

Awalnya, ia hanya mahasiswi biasa di Fakultas TekniK Informatika Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang hingga akhirnya dosen memberikan tugas kewirausahaan yaitu membuat usaha tanpa modal. Gadis cantik ini pun memutar otak dan mengawalinya dengan menjual pakaian pantas pakai miliknya.

"Dari penjualan itu akhirnya dapat modal dan membuat pernak pernik asesoris buatan sendiri misalnya gelang, kalung, cincin, dan lainnya," tandasnya.

Untuk menyokong usahanya, Wulan juga menjadi anggota salah satu Multi Level Marketing (MLM) hingga akhirnya dia bisa membangun toko. Tapi tidak seperti yang diharapkan, tokonya tidak dipenuhi pengunjung bahkan tergolong sepi. Lagi-lagi Wulan harus memutar otak agar usahanya sukses.

"Lalu dibantu ibu, saya mendesain hijab dari referensi internet dan dijual via online. Dari situ ternyata banyak peminatnya, maka terlahirlah Miulan bulan November 2011 lalu," ujar Wulan bangga.

"Sebulan setidaknya membuat empat desain baru," imbuhnya.

Lama-kelamaan, usahanya semakin berkembang, Wulan pun bisa memperkejakan tujuh karyawan. Bahkan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya juga ikut kebagian rejeki dengan membantu memotong dan menjahit kain yang akan dijadikan hijab.

"Ibu-ibu di sini ikut membantu, sedangkan karyawan di butik tinggal melakukan finishing dan packing. Ya istilahnya bagi-bagi rezekilah," pungkas Wulan.

Selain dijual per buah, hijab buatan Wulan juga dijual dengan sistem Distributor dengan minimal pembelian 100 buah, Agen dan Reseller dengan minimal pembelian 20 buah yang akan mendapatkan diskon khusus.

"Ada diskon 40 persen dan 20 persen. Harga hijabnya antara Rp 30-95 ribu," katanya.

Yang menjadi ciri khas hijab dari Wulan hingga banyak diminati adalah karena bahannya yang terbuat dari kain kaos, serta desain minimalis dengan asesoris bunga berwarna soft yang terkadang saling bertabrakan namun tetap menjadi kombinasi yang baik.

"Karena desain saya, jadi saya beri nama sesuka hati misalnya Cottonia Flowering Shawl (CfO), Classy Shawl (CS), dan Hoodie Vest Two Face . Tapi saat ini desain juga mengikuti permintaan pasar," tutur dara kelahiran 23 Desember 1990 tersebut.

Dari usahanya yang baru berdiri setahun itu, Wulan saat ini memiliki pendapatan bersih hingga jutaan rupiah perbulan, omsetnya pun hingga seratus juta rupiah. Selain itu dengan memanfaatkan twitter, ia berhasil membuat produknya dipakai oleh beberapa artis untuk dipakai dalam pengambilan gambar film. "Misalnya Julia Peres, Lyra Virna, Lia Ananta, Asti Ananta, Sheza Idris dan masih banyak lagi".

Sementara itu menurut Wulan, lebih efektif untuk menjual produknya lewat jejaring sosial karena pasar anak muda sekarang lebih condong menggunakannya. Dengan menggunakan jejaring sosial Facebook, Wulan memperoleh pelanggan berlimpah bahkan tak ayal ada orang yang meniru desain bahkan namanya.

"Itu tidak masalah, yang penting kita saat menjual saling percaya saja. Menggunakan panggilan akrab seperti 'sist dan cint' ternyata efektif membuat pelanggan merasa nyaman untuk berbelaja," kata Wulan sambil tersenyum.

Salah satu pelanggan Miulan, Dwi Putri Normasari mengaku senang dengan desain hijab yang dihasilkan Wulan, ia pun selalu menyempatkan diri membeli hijab saat melewati butik Miulan.

"Desainnya lucu, harganya juga terjangkau. Saya selalu mampir dulu kalau lewat sini," katanya. (sumber : m.detik.com/finance/read/2012/11/17/111123/2093131/480/kisah-sukses-jualan-hijab-via-online)



Senin, 03 Desember 2012

Ini Dia Tips Jokowi Berantas Korupsi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korupsi terus menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas di Indonesia. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, korupsi harus diberantas dari hal-hal kecil lebih dulu.

Jokowi mengatakan, pemberantasan korupsi juga harus bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ia mencontohkan, pemberantasan korupsi bisa dimulai dari menghapuskan pungutan liar dalam pembuatan KTP dan sebagainya. "Dimulai dari urusasn-urusan kecil lah. Mulai dari urus KTP enggak ada pungutan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (27/11).

Ia menjelaskan, untuk memberantas pungli dalam pengurusan KTP, sistemnya harus diperbaiki. Menurut dia, penyelewengan yang terjadi diakibatkan sistem dan birokrasi yang tidak efisien. "Sistemnya perlu dipercepat dalam pengurusan izin. Jika sudah, maka akan terkurangi sendiri pungutan liarnya," papar Jokowi.

Hari ini Jokowi menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan, kedatangannya ke KPK untuk menjalin kemitraan dengan lembaga superbodi itu dalam pembangunan sistem pengawasan yang lebih baik. (sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/11/27/me4xck-ini-dia-tips-jokowi-berantas-korupsi )

Analisis :

Sudah banyak sekali ucapan para penjabat yang menyatakan "Pemberantasan Korupsi", dari hal-hal yang terkecil sampai hal-hal yang besar sudah di lakukan oleh pemerintah.
Yang jadi pertanyaan dalam diri saya adalah, "Sudahkah hal tersebut di lakukan semaksimal mungkin (tidak ada yang di tutup-tutupi) oleh pemerintah?".
Mungkin setiap hal yang di lakukan oleh pemerintah akan berdampak positif maupun negatif, tapi kalau bukan dari sekarang kapan lagi pemerihtah akan memberantas korupsi.
Salah satu dosen saya pun berpendapat, "Kenapa korupsi ini tidak di masukan ke dalam mata kuliah?". Mungkin ini nantinya akan menjadi pembahasan yang menarik bagi para mahasiswa agar bisa mengetahui kenapa bisa terjadi korupsi secara terus menerus dari generasi ke generasi.

Indonesia Berhasil Jebol Pasar Manggis Australia


Tanggerang - Indonesia berhasil menjebol pasar Australia dengan buah manggis. Hal ini menunjukkan diperhitungkannya pertanian buah dalam negeri. "Hari ini kita launching perdana ekspor manggis ke Australia" ujar Dirut PT Agung Mustika Selaras Dwi Putra Setiawan, Selasa (27/11/2012). Dwi Putra menuturkan, ekspor manggis ke Australia akhirnya dapat terlaksana meskipun sulit awalnya. Ia pun mengaku, jumlah manggis yang diekspor belum banyak. "baru satu ton dulu untuk perdana" ucapnya. Menurutnya, manggis Jawa dan Sumatra yang diekspor ke Australia ini sangat berkualitas, sebab diambil dari mitra tani yang mumpuni."kami mengambil dari kebun tani yang teregistrasi kementan," tuturnya. Ekspor perdana buah manggis diprakasai oleh PT Agung Mustika Selaras. Adapun launching perdana ini dihadiri oleh Mentri Pertananian Suswono. (sumber : http://m.yahoo.com/w/legobpengine/news/indonesia-berhasil-jebol-pasar-manggis-australia-041900312.html?orig_host_hdr=id.berita.yahoo.com&.intl=ID&.lang=id-ID )

Analisis :

Hal ini yang harus di tingkatkan oleh pemerintah. Menurut saya Indonesia kaya dengan akan hasil Pertaniannya, begitu banyak macam hasil pertanian disini.
Mungkin beberapa tahun kebelakang negara kita hanya bertumpu pada produksi beras yang di sorotan media akan ekspornya, namun sekarang produksi buah-buahan perlahan tapi pasti akan menunjukan kualitasnya di mancanegara.

Investasi Infrastruktur RI Jauh Tertinggal Dibanding China dan India


Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengakui investasi untuk infrastruktur masih sangat rendah yaitu 4,5%. Padahal besaran investasi infrastruktur yang ideal yaitu sebesar 5% untuk pertumbuhan ekonomi 7%.

Bahkan, realisasi investasi tersebut masih jauh dibandingkan sesama negara berkembang yaitu China dan India.

Armida menyebutkan saat ini belanja modal pemerintah yang digunakan untuk pembiayaan infrastruktur sekitar Rp 188 triliun atau 2 persen dari PDB. Namun, setelah ditambah dengan pembiayaan dari pihak Pemda, swasta, dan BUMN maka investasi tersebut mencapai Rp 385,2 triliun atau 4,51 persen dari PDB.

Sementara itu, pada tahun 2013, lanjut Armida, belanja infrastruktur dari APBN naik menjadi Rp 203,9 triliun atau 2,3% dari PDB. Untuk total investasi diperkirakan hanya terdapat tambahan yang tidak begitu signifikan hanya mencapai Rp 438,1 triliun atau 4,7 persen.

"Kalau kita lihat ada tren peningkatan yang cukup signifikan APBN untuk belanja KL. Tapi komponen lain, relatif tidak terlalu meningkat signifikan," ujar Armida dalam seminar MP3EI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Jika dibandingkan dengan negara emmerging country lain seperti China dan India, Armida menyatakan investasi infrastruktur Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Sejak tahun 2009, investasi infrastruktur di India sudah di atas 7% dari PDB dan China sejak tahun 2005 sudah mencapai 9-11% dari PDB.

"Pertumbuhan investasi kita 10-11% tapi khusus infrastruktur kita masih belum cukup untuk mendorong lebih tinggi. China sudah di atas 9 persen, India pada 2005 sudah 4 persen, 2010 sekitar 7 persen," ujarnya.

Menurut Armida, standard belanja infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan sekitar 7% yaitu sebesar 5%. Namun, jika ingin mencapai pertumbuhan 7-9% sesuai dengan skema MP3EI maka dibutuhkan belanja infrastruktur sebesar 7% dari PDB.

"Tahun 2014 kita ingin minimal 7 persen pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya dari pemerintah tapi semua pihak. Kalau mau, pertumbuhan ekonomi 7 persen, gapnya masih tinggi, masih dibutuhkan tambahan belanja infrastruktur di atas Rp 100 triliun," tandasnya. (sumber : http://finance.detik.com/read/2012/11/26/115236/2101248/4/investasi-infrastruktur-ri-jauh-tertinggal-dibanding-china-dan-india )

Analisis :

Bagaimana bisa di setiap daerah di suatu negara saling berinteraksi dengan cepat dan tepat tanpa adanya pendukung dari aspek infrastruktur. Walaupun kelihatannya sepele tapi aspek infrastruktur ini sangat penting untuk menjalankan roda ekonomi-sosial di suati negara.
Nilai plus lainnya adalah jika infrastrukturnya bagus maka susunan tata kotanya pun terlihat indah.

Properti Indonesia Layak Jadi Investasi


Jakarta - Real Estate Indonesia (REI) terus mendorong terciptanya proyek properti berstandar internasional dengan mendorong pengembang mengikuti FIABCI Indonesia-BNI Prix D'Excellence Awards 2012.

REI memandang selama ini pengembang properti domestik cenderung malas mengikuti ajang penghargaan. Padahal dengan ikut dan memenangkan award, proyek propertinya lebih dikenal dan penjualannya jadi lebih mudah.

Ketua DPP REI, Setyo Maharso menegaskan, FIABCI Indonesia-BNI Prix D'Excellence Awards 2012 menjadi ajang unjuk kelebihan properti. Prix D'Excellence juga akan memotivasi pengembang mewujudkan properti berkualitas, dan pada akhirnya menguntungkan pembeli.

"Dengan program ini (Prix D'Excellence Awards) diharapkan menjadi bukti Indonesia layak jadi investasi. Selama ini rekan-rekan males mengikuti, maka kita mendorong ikut. Karena pemenangnya, dengan rekomendasi dari REI bisa ikut Prix D'Excellence Awards tingkat internasional di Taiwan, Mei tahun depan," kata Setyo di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Ia menambahkan, pada ajang serupa tahun lalu pemenang bukan berasal dari Indonesia. Bukan karena karya pengembang lokal kalah kualitas, namun karena masih sedikitnya partisipan dari mereka.

"Terakhir yang memenangkan Regatta, setelah itu kita lama absen. Padahal dengan berhasil memang sudah membuktikan proyek mereka laris dan menjadi acuan dari masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, Prix D'Excellence Awards yang bekerja sama dengan BNI ini berbagi menjadi 11 kategori diantaranya; karya terbaik versi Heritage, Masterplan, Sustainable Development, Hotel, Industrial, Office, Residential - High Rise & Low Rise, Resort, Retail dan Special Project. Sedangkan karya tingkat nasional antara lain Anami (apartemen menengah bawah), Rumah Sejahtera Tapak, dan Rumah Sejahtera Susun.

Dari hasil penjaringan, 63 proyek masuk sebagai nominasi Prix D'Excellence Awards dan kemudian dinilai oleh dewan juri yang mewakili dari pihak pemerintah, konsultan, corporate partner, REI dan lain-lain.

"Keputusan final dan mutlak akan dilakukan oleh oversight panel ini," tutur Ketua Kompartemen REI, Johannes Tulung.

Ia menuturkan contoh sukses proyek yang memenangkan Prix D'Excellence Awards tingkat international dan direspon baik pasar adalah Hotel di pusat Kuala Lumpur.

"Ada hotel di KL (Kuala Lumpur), daerah stasiun central. Dia ingin jual tapi nggak laku-laku. Sampai akhirnya grup Hilton tertarik. Dan pada 2006 proyek ini menang Prix D'Excellence Awards. Sampai sekarang penjualan jadi yang tertinggi per m2," tegas Tulung. (sumber : http://finance.detik.com/read/2012/11/26/140030/2101428/1016/properti-indonesia-layak-jadi-investasi )


Analisis :

Bidang properti ini ke depannya akan semakin 'di lirik' oleh para pengusaha ataupun wirausaha karena prospek kedepannya sudah sangat terbuka dari event pemerintah yang sudah di buat.
Tetapi permasalahannya adalah kenapa para properti malas mengikuti ajang penghargaan, padahal dengan ikut dan memenangkan award, proyek propertinya lebih dikenal dan penjualannya jadi lebih mudah.
Kemudian para investor pun tertarik menginveskan dalam bidang properti tersebut.

4 Bisnis Bermodal Kecil yang Kini Jadi Perusahaan Raksasa


Jakarta - Memulai bisnis butuh modal. Sumbernya bisa dari mana saja, suntikan dana dari investor, pinjaman lunak dari bank atau warisan dari orang tua.

Tapi biasanya, orang yang akan membuka bisnis lebih mengandalkan uang tabungan miliknya sendiri. Satu hal yang harus ditekankan adalah, punya modal besar belum tentu bisnis Anda langsung menjadi besar.

Bahkan, ada beberapa perusahaan yang dimulai dengan modal cukup kecil jika dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasarnya saat sudah terkenal. Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang sudah terkenal dengan modal kecil, seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (27/11/2012).


1. The Body Shop
Anita Roddick memulai bisnis perawatan kulit di 1977 dengan modal U$ 6.800 (Rp 61,2 juta) dari pinjaman bank, atau setara US$ 26.000 (Rp 234 juta) saat ini. Ia menghasilkan berbagai produk perawatan kulit yang unik hasil dari eksperimen di rumah bersama anak perempuannya.

Saking minimnya modal, Roddick sempat meminta para pelangganya untuk mengembalikan botol bekas yang sudah tidak terpakai, sehingga botol-botol tersebut bisa ia isi ulang untuk dipakai kembali. Selain lebih hemat, cara ini juga lebih ramah lingkungan.

Ia memutuskan untuk mewaralabakan bisnisnya tersebut, hasilnya toko besutan Roddick sekarang ini tersebar hampir di seluruh dunia. Sampai akhirnya, perusahaan kecil miliknya diincar dan dibeli oleh perusahaan raksasa. Betul, L'Oreal membeli kepemilikan saham Body Shop senilai lebih dari US$ 1 miliar (Rp 9 triliun) di 2006.

2. Ticketsnow
Mike Domek sudah punya banyak pengalaman jual-beli tiket memakai ponsel dan koneksinya ke berbagai acara konser, acara olahraga dan lain-lain. Bisa dibilang ia memulai karirnya dengan menjadi calo tiket.

Ia merasa ingin memanfaatkan kelebihannya itu ke tingkat selanjutnya pada 1992. Dengan modal US$ 100 (Rp 900 ribu), ia menjadi broker tiket profesional. Hingga pada 1996, ia punya cukup uang untuk mendirikan ticketsnow, tempat beli berbagai tiket secara online.

Hingga 2005 lalu, Domek mempekerjakan hampir 200 karyawan dengan omzet US$ 100 juta (Rp 900 miliar) per tahun. Sama seperti Alienware, perjuangan Domek seorang diri harus berakhir setelah TicketMaster membeli perusahannya senilai US$ 265 juta (Rp 2,4 triliun).

3. Alienware
Pada tahun 1996, penjualan komputer rumahan alias personal computer (PC) mulai lesu. Apalagi dengan bentuknya yang membosankan dan hampir sama meski berasal dari perusahaan yang berbeda.

Dua sahabat, Alex Aguila dan Nelson Gonzalez masuk ke bisnis ini meski di tengah situasi industri yang kurang menggembirakan tersebut. Mereka berdua punya kelebihan, yaitu tahu kondisi pasar dan punya uang untuk jadi modal.

Dengan modal awal US$ 10.000 (Rp 90 juta), mereka mulai mendapat pesanan untuk mengubah PC biasa menjadi lebih kreatif dan enak dipandang, salah satu temanya adalah berhubungan dengan video game PC.

Pada tahun pertama mereka hampir tidak mendapat untung sama sekali, tetapi jumlah pesanannya makin lama makin banyak, terutama dibantu oleh berbagai artikel di majalah game. Berbagai pujian dan kritik yang positif membuat Alienware makin terkenal di antara para gamer.

Alienware pun akhirnya dilirik oleh perusahaan raksasa dan akhirnya dibeli oleh Dell senilai lebih dair US$ 100 juta (Rp 900 miliar) di tahun 2006.

4. Subway
Seorang anak putus sekolah, Fred Deluca, mendapatkan pinjaman uang US$ 1.000 (Rp 9 juta) dari temannya pada 1965. Uangnya ia gunakan untuk membuka usaha toko roti lapis.

DeLuca masih berumur 17 pada saat ia memasang iklan untuk membeli peralatan dapur murah yang akan digunakan untuk di tokonya tersebut. Ia menamai tokonya Pete's Super Submarines, diambil dari nama temannya yang memberi pinjaman, Peter Buck.

Bisnisnya sempat terancam ditutup karena tidak memenuhi syarat, yaitu tempat cuci piring yang sesuai dengan standar kesehatan. Tempat cuci piring itu tidak murah, butuh US$ 550 (Rp 5 juta) untuk pemasangannya.

Akhirnya, ia kembali meminjam US$ 1.000 kepada temannya tersebut. Setelah berjuang selama beberapa tahun, akhirnya ia berhasil membuka tiga cabang baru yang juga menuai sukses.

Sekarang ini, warung roti lapis DeLuca sudah berubah nama dan dikenal dengan nama Subway's. Waralaba yang membuatnya menjadi miliuner. Peter Buck juga keciptratan rezeki atas kepercayaannya meminjamkan uangn kepada DeLuca.

Modal awalnya US$ 1.000 di tahun 1965 jika dihitung dengan kurs sekarang ini mungkin setara US$ 7.000 (Rp 63 juta). Apa yang dilakukan DeLuca cukup mengagumkan, bisnis dengan modal yang kecil kini meraup omzet miliaran dolar AS setiap tahunnya.


Analisis :

Berani mencoba, terjatuh untuk bangkit, ke gagalan menjadi pelajaran.
Mungkin itu salah satu dari beberapa kalimat memotivasi seseorang untuk berani mancoba sesuatu hal dalam bidang apapun, begitu pun dalam berbisnis.
Tak ada salahnya kita gagal dalam berbisnis, tak ada salahnya kita mencoba dari yang terkecil hingga nanti menjadi besar.